Cara Mudah Mencegah Penyakit Stroke
Cara mencegah penyakit stroke secara umum sebenarnya sebagian besar sama dengan pencegahan penyakit lainnya, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat. Namun ada beberapa hal yang secara khusus harus dilakukan, berkenaan dengan gejala khas dari penyakit stroke.
Pencegahan penyakit stroke, selain menerapkan pola hidup sehat, juga harus menghindarkan diri dari faktor risiko yang juga dapat memicu munculnya penyakit stroke. Jadi cara mencegah penyakit stroke yang akan kami bahas berikut ini adalah mengenai pola hidup sehat untuk mencegah penyakit stroke sekaligus bagaimana menghindari faktor risiko penyakit stroke.
Berikut ini adalah pola hidup sehat sebagai cara mencegah penyakit stroke yang dapat dilakukan sejak dini :
Selain langkah - langkah di atas, cara mencegah penyakit stroke juga harus dibarengi dengan menghindari faktor risikonya, seperti berikut ini :
Sederhana bukan? cara mencegah penyakit stroke ? namun kebanyakan dari kita agak malas untuk melakukan hal - hal di atas yang sebenarnya sangat penting untuk menjaga kesehatan kita. Bagaimanapun juga mencegah penyakit stroke lebih mudah dan murah daripada harus terlanjur sakit stroke dan sulit untuk mengobatinya.
|
Latest Post
Diposting oleh
wahyuderea
|
Kamis, 20 November 2014
Baca selengkapnya »
cara download vidio youtube
Diposting oleh
wahyuderea
|
Baca selengkapnya »
Cara Download Video Dari Youtube
Cara mudah download video dari Youtube. Akhir - alkhir ini banyak para pengguna internet yang hobi download video dari youtube mungkin agak kesal, karena software yang mereka gunakan, termasuk Internet Download Manager ( IDM ) tidak dapat bekerja pada saat video tampil. Mungkin anda adalah salah satu dari mereka yang sedang mencari cara ampuh untuk mendownload video dari Youtube.
Anda tidak perlu khawatir, ada solusinya, nggak pake lama, nggak perlubelajar HTML segala. Saya yakin ini dapat membantu anda. Ikuti langkah - langkah cara mudah download video dari Youtube berikut ini :
1. Buka video youtube yang anda inginkan, contoh seperti di bawah ini :
2. Kemudian tambahkan huruf "ss" di depan kata youtube, pada address, lihat gambar di bawah ini :
3. Setelah menambahkan huruf "ss" tersebut, lalu tekan "enter". Kemudian akan terbuka halaman seperti gambar di bawah ini :
4. Lihat gambar di atas, pada sisi kanan ditampilkan berbagai format video yang diinginkan, pilih salah satu, misalnya FLV ( tanda merah ). Setelah anda menentukan format video yang diinginkan, kemudian klik saja. Video akan terdownload secara otomatis. Lihat gambar di bawah ini :
5. Lihat tanda merah, itu adalah proses download sedang berlangsung. Jika anda menginginkan mendownload video menggunakan IDM, caranya : pada langkah ke 3, pilih format video yang diinginkan, kemudian klik kanan, lalu pilih " download with IDM " kemudian klik saja. Maka video akan terdownload menggunakan Internet Download Manager ( IDM ).
Caranya mudah bukan? mudah - mudahan tulisan di atas bermanfaat, selamat mencoba cara mudah download video dari Youtube.atau klik disini
|
Cara Membuat Tabel Dengan Kode HTML
Diposting oleh
wahyuderea
|
Baca selengkapnya »
Cara Membuat Tabel Dengan
Kode HTML
TAG DASAR
Cara membuat tabel dengan kode HTML diperlukan 3 tag dasar yaitu : TABLE, TR, TD. Tag TABLE untuk menandai sebuah tabel, TR untuk membentuk baris, TD untuk membentuk kolom. Secara default nilai border=0, jadi tabel akan tampil pada browser tanpa bingkai. Untuk dapat menampilkan bingkai, maka nilai border harus diberi nilai minimal =1.
Contoh , di bawah ini adalah serangkaian kode HTML untuk membuat tabel :
<table border=1>
<tr><td>tanggal</td></tr></table>
<tr><td>tanggal</td></tr></table>
Hasilnya, browser akan menampilkan gambar tabel seperti di bawah ini :
CARA MEMBUAT TABEL 1 BARIS 2 KOLOM
Berikut ini adalah cara membuat tabel dengan kode HTML 1 baris 2 kolom, lihat penerapannya di bawah ini :
<table border=1>
<tr><td>tanggal</td><td>nama</td></tr></table>
<tr><td>tanggal</td><td>nama</td></tr></table>
Hasilnya, browser akan menampilkan gambar tabel seperti di bawah ini :
CARA MEMBUAT TABEL 3 BARIS 1 KOLOM
Berikut ini adalah cara membuat tabel dengan kode HTML 3 baris 1 kolom adalah sebagai berikut :
<table border=1><tr><td>tanggal</td></tr><tr><td>kota</td></tr><tr><td>jenis kelamin</td></tr></table>
Hasilnya, browser akan menampilkan gambar tabel seperti di bawah ini :
CARA MEMBUAT TABEL DENGAN ATRIBUT CELLSPACING
Atribut CELLSPACING digunakan untuk menentukan jarak antar sel pada sebuah tabel. Lihat penerapan CELLSPACING pada kode HTML berikut ini :
<table border=1 cellspacing=10><tr><td>becak</td><td>sepeda</td></tr><tr><td>mobil</td><td>motor</td></tr></table>
Hasilnya, browser akan menampilkan gambar tabel seperti di bawah ini :
CARA MEMBUAT TABEL DENGAN ATRIBUT CELLPADDING
Atribut CELLPADDING digunakan untuk member jarak antara sel dengan tulisan. Lihat penerapannya pada kode HTML berikut ini :
<table border=1 cellpadding=10><tr><td>becak</td><td>sepeda</td></tr><tr><td>mobil</td><td>motor</td></tr></table>
Hasilnya, browser akan menampilkan gambar tabel seperti di bawah ini :
CELLSPACING DAN CELLPADDING DIPAKAI BERSAMA – SAMA
Jika kedua atribut tersebut dipakai bersamaan dalam pembuatan tabel, maka penerapannya seperti kode HTML berikut ini :
<table border=1 cellpadding=10 cellspacing=10><tr><td>becak</td><td>sepeda</td></tr><tr><td>mobil</td><td>motor</td></tr></table>
Hasilnya, browser akan menampilkan gambar tabel seperti di bawah ini :
MENENTUKAN LEBAR KOLOM DENGAN PROSENTASE ( WIDTH=100% )
Jika lebar kolom ditentukan 100 %, maka tampilan tabel akan melebar memenuhi lebar halaman. Jika lebar setiap kolom tidak ditentukan, maka lebar 100% akan terbagi sama lebar untuk setiap kolomnya. Apabila jumlah kolomnya 2, maka tabel tersebut akan terbagi menjadi 2 sama lebar, masing – masing 50%.
Lebar kolom pada tabel dapat ditentukan tidak sama lebar, artinya masing – masing kolom lebarnya tidak sama. Lihat contoh penerapannya pada kode HTML berikut ini :
<table border=1 width=100%><tr><td width=25%>becak</td><td width=75%>sepeda</td></tr><tr><td width=25%>mobil</td><td width=75%>motor</td></tr></table>
Hasilnya, browser akan menampilkan gambar tabel seperti di bawah ini :
MENENTUKAN LEBAR DAN TINGGI KOLOM DENGAN SATUAN PIXEL
Untuk membuat tabel, lebar kolom ( WIDTH ) dan tinggi kolom ( HEIGHT ) dapat ditentukan dengan satuan pixel. Lihat penerapannya dengan kode HTML berikut ini :
<table border=7 ><tr height=40><td width=150>becak</td><td width=250>sepeda</td></tr><tr height=80><td width=150>mobil</td><td width=250>motor</td></tr></table>
Hasilnya, browser akan menampilkan gambar tabel seperti di bawah ini :
PERATAAN TULISAN DALAM TABEL
Perataan tulisan dalam sebuah tabel menggunakan tag ALIGN ( untuk perataan horizontal ) dan VALIGN ( untuk perataan vertical ). Untuk lebih memahaminya lihat contoh kode HTML berikut ini :
<table border=7 ><tr height=40><td width=150 align=left valign=top>becak</td><td width=250 align=right valign=middle>sepeda</td></tr><tr height=80><td width=150 align=right valign=bottom>mobil</td><td width=250 align=center valign=middle>motor</td></tr></table>
Hasilnya, browser akan menampilkan gambar tabel seperti di bawah ini :
SETTING DNS WIN XP & WIN 7
Diposting oleh
wahyuderea
|
Baca selengkapnya »
DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer.
Fungsi DNS di Internet adalah untuk mengerjakan pengalamatan dan penjaluran(routing), sehingga saat kita mengetikkan misal : www.google.com maka DNS server akan mencarikan alamat IP address dari host yang bersangkutan.
Alamat DNS yang disediakan oleh provider ISP seringkali kinerjanya lebih lambat bila dibandingkan DNS server milik Google dan OpenDNS (Definisi lambat disini adalah saat pencarian (lookup)alamat website di internet). Maka untuk mengatasi masalah diatas kita perlu mengganti setting default DNS Server ISP dengan alamat DNS Server lain seperti Google Public DNS ataupunOpenDNS.
Merubah DNS juga bisa dilakukan bagi orangtua yang ingin membatasi internet dirumahnya supaya anak tidak bisa mengakses situs porno dengan mengganti Setting DNS-nya dengan DNS Nawala.
Cara merubah setting DNS server di Windows 7 dan Windows XP
Setting DNS di Windows 7
- Masuk ke Control Panel | Network and Internet | Network Connections
- Akan muncul daftar network adapter yang terinstall di komputer anda.
Pengguna internet di rumah dan kantor biasanya harus merubah setting Local Area Connection sedangkan pengguna Laptop/Notebook/Modem 3G akan menggunakan Wireless Network Connection. - Klik kanan Local Area Connection atau Wireless Network Connection dan pilih Properties.
- Pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) dan klik tombol properties
- Isi kotak isian “Use the following DNS server Addresses”:
(Infoteknologi.com mengisinya dengan DNS dari Google, untuk DNS lain lihat di bagian akhir artikel)
Preferred DNS server: 8.8.8.8
Alternate DNS server: 8.8.4.4
Alternate DNS server: 8.8.4.4
- Tekan Tombol OK untuk menyimpan pengaturan DNS.
Untuk merubah Setting DNS Server di Windows XP
- Masuk ke Control Panel | Network Connections
- Klik kanan Adapter (Local Area Connection atau Wireless Network) lalu pilih Properties
- Pilih Internet Protocol (TCP/IP) klik tombol Properties, lalu pada “Use the following DNS server Addresses” isikan Preferred dan Alternate DNS server dengan DNS Server Google atau OpenDNS.
- Simpan setting DNS dengan menekan tombol OK
Ada bermacam-macam DNS Server yang umum digunakan dan terbukti kecepatan dan keamanannya, berikut daftarnya:
| DNS Google (Google Public DNS) : | OpenDNS | DNS Nawala | Norton DNS |
| 8.8.8.8 | 208.67.222.222 | 180.131.144.144 | 198.153.192.10 |
| 8.8.4.4 | 208.67.220.220 | 180.131.145.145 | 198.153.194.10 |
| 208.67.222.220 | |||
| 208.67.220.222 |
CARA MENGHITUNG IP ADDRESS, SUBNET MASK DAN NET ID
Diposting oleh
wahyuderea
|
Baca selengkapnya »
CARA MENGHITUNG IP ADDRESS, SUBNET MASK DAN NET ID
Konsep Subnetting
Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.
Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.
Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:
Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.
Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.
Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:
| CLASS | OKTET PERTAMA | SUBNET MAS DEFAULT | PRIVATE ADDRESS |
| A | 1-127 | 255.0.0.0 | 10.0.0.0-10.255.255.255 |
| B | 128-191 | 255.255.0.0 | 172.16.0.0-172.31.255.255 |
| C | 192-223 | 255.255.255.0 | 192.168.0.0-192.168.255.255 |
Perhitungan Subnetting
Setelah memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
|
|
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
- Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
- Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
- Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
| Subnet | 192.168.1.0 | 192.168.1.64 | 192.168.1.128 | 192.168.1.192 |
| Host Pertama | 192.168.1.1 | 192.168.1.65 | 192.168.1.129 | 192.168.1.193 |
| Host Terakhir | 192.168.1.62 | 192.168.1.126 | 192.168.1.190 | 192.168.1.254 |
| Broadcast | 192.168.1.63 | 192.168.1.127 | 192.168.1.191 | 192.168.1.255 |
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
| Subnet Mask | Nilai CIDR |
| 255.255.255.128 | /25 |
| 255.255.255.192 | /26 |
| 255.255.255.224 | /27 |
| 255.255.255.240 | /28 |
| 255.255.255.248 | /29 |
| 255.255.255.252 | /30 |
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
|
|
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
- Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
- Alamat host dan broadcast yang valid?
| Subnet | 172.16.0.0 | 172.16.64.0 | 172.16.128.0 | 172.16.192.0 |
| Host Pertama | 172.16.0.1 | 172.16.64.1 | 172.16.128.1 | 172.16.192.1 |
| Host Terakhir | 172.16.63.254 | 172.16.127.254 | 172.16.191.254 | 172.16.255.254 |
| Broadcast | 172.16.63.255 | 172.16.127.255 | 172.16.191.255 | 172.16..255.255 |
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
- Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
- Alamat host dan broadcast yang valid?
| Subnet | 172.16.0.0 | 172.16.0.128 | 172.16.1.0 | … | 172.16.255.128 |
| Host Pertama | 172.16.0.1 | 172.16.0.129 | 172.16.1.1 | … | 172.16.255.129 |
| Host Terakhir | 172.16.0.126 | 172.16.0.254 | 172.16.1.126 | … | 172.16.255.254 |
| Broadcast | 172.16.0.127 | 172.16.0.255 | 172.16.1.127 | … | 172.16.255.255 |
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
- Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
- Alamat host dan broadcast yang valid?
| Subnet |
| … |
| ||
| Host Pertama |
| … |
| ||
| Host Terakhir |
| … |
| ||
| Broadcast |
| … |
|
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2



